Syarat Maklon Herbal BPOM Lengkap
Pengembangan produk herbal membutuhkan lebih dari sekadar formula. Konsep produk, bahan baku, proses produksi, mutu, klaim, dokumentasi, serta jalur legalitas perlu dirancang sejak awal agar brand memiliki fondasi yang kuat untuk tumbuh.
Fondasi Penting Sebelum Memulai Maklon Herbal
Konsep Produk
Tentukan kategori, manfaat yang dikomunikasikan, target konsumen, bentuk sediaan, positioning, dan arah pengembangan brand sejak tahap awal.
Bahan Alam
Pilih bahan atau ekstrak dengan spesifikasi, identitas, mutu, dan dokumentasi yang dapat ditelusuri sesuai kebutuhan produk.
Dokumentasi
Siapkan informasi produk, spesifikasi bahan, formula, desain label, dan dokumen pendukung yang relevan untuk proses pengembangan dan regulasi.
Maklon Herbal Bukan Sekadar Produksi: Bangun Produk dari Hulu ke Hilir
Dalam praktiknya, maklon herbal merupakan proses pengembangan produk yang menghubungkan strategi brand, bahan baku, formulasi, produksi, pengendalian mutu, kemasan, klaim, dan kesiapan regulasi. Karena setiap produk dapat memiliki kategori dan persyaratan berbeda, keputusan bisnis sebaiknya dibuat berdasarkan karakter produk sejak tahap brief, bukan setelah produk selesai dibuat.
Brand yang ingin mengembangkan maklon herbal perlu memulai dengan pertanyaan yang tepat: produk termasuk kategori apa, siapa target konsumennya, manfaat apa yang dapat dikomunikasikan, bahan apa yang digunakan, bagaimana spesifikasi mutunya ditetapkan, dan bukti apa yang diperlukan untuk mendukung klaim. Tahap berikutnya mencakup pengembangan formula, pembuatan sampel, evaluasi karakteristik produk, penetapan spesifikasi, pengujian yang relevan, serta produksi berdasarkan prosedur dan kontrol mutu yang sesuai. Pada sisi legalitas, jalur registrasi perlu mengikuti kategori produk dan ketentuan BPOM yang berlaku. BPOM saat ini mengatur registrasi Obat Bahan Alam melalui PerBPOM No. 25 Tahun 2023, sementara persyaratan keamanan dan mutu mengacu antara lain pada PerBPOM No. 29 Tahun 2023. Klaim khasiat juga memiliki pedoman tersendiri sehingga komunikasi pemasaran tidak seharusnya dibuat hanya berdasarkan asumsi manfaat bahan. Dengan pendekatan tersebut, maklon herbal dapat diposisikan bukan sekadar sebagai jasa produksi, melainkan sebagai proses membangun aset produk yang siap dikembangkan secara komersial, terukur, dan bertanggung jawab.
Rujukan regulasi: JDIH BPOM · Direktorat Registrasi OTSKK · BPJPH

Alur Maklon Herbal: Dari Bahan hingga Produk Siap Dipasarkan
Brief Produk
Konsep, target, kategori, dan spesifikasi awal.
Bahan & Formula
Pemilihan bahan dan pengembangan formula.
Sampel
Evaluasi karakter dan kesesuaian produk.
Produksi
Produksi berdasarkan spesifikasi dan kontrol mutu.
Regulasi
Pemenuhan persyaratan sesuai kategori produk.
Legalitas yang Perlu Diperhatikan
Legalitas produk tidak dapat ditentukan hanya dari istilah “herbal”. Kategori produk, komposisi, bentuk sediaan, klaim, dan tujuan penggunaan perlu diidentifikasi lebih dahulu agar jalur regulasi dapat ditentukan secara tepat.
Bagaimana dengan Biaya?
Biaya pengembangan produk herbal tidak memiliki satu angka universal. Nilainya dapat dipengaruhi formula, bahan baku, bentuk sediaan, kemasan, jumlah produksi, pengujian, dokumentasi, dan kebutuhan regulasi.
